-->


INCREATECH 1519250008
BLOG TUGAS PAKEK PROGRAM NIAGA



PENGENALAN DOS


     A.   Sekilas Tentang  DOS (Disk Operating System)
DOS merupakan sistem operasi dasar dan pertama Microsoft yang biasa dipakai pada komputer-komputer lama dan selalu ada pada sistem operasi Windows sekarang ini. Penggunaan GUI (Graphical User Interface) yang sangat baik pada sistem operasi Windows membuat DOS semakin terbelakangi dan jarang ditemui. MS DOS mengartikan sinyal elektronik dari komponen-komponen komputer dan mengirimkannya ke monitor untuk ditampilkan. Hard drive berisi hard disk yang merupakan sebuah tempat penyimpanan dalam komputer untuk program-program dan data. Informasi yang disimpan pada hard disk adalah permanen dan tersedia setiap kali user menyalakan komputer, kecuali jika telah dihapus. MS DOS akan menyimpan, mengatur, dan mengambil informasi pada hard disk jika user memberikan suatu perintah untuk melakukan hal itu.

MS-DOS sebenarnya dibuat oleh sebuah perusahaan pembuat komputer, yang bernama Seattle Computer Products (SCP) yang dikepalai oleh Tim Patterson. Pada tahun 1980 diubah namanya menjadi 86-DOS dan didesain agar dapat berjalan pada komputer dengan prosesor Intel 8086. Microsoft membeli lisensinya lalu mengubah namanya menjadi MS-DOS. MS-DOS dirilis pertama kali pada tahun 1981, hingga tahun 2000 tidak kurang dari delapan kali versi-versi baru dari MS-DOS  diluncurkan, sebelum akhirnya lisensinya dijual kepada IBM (sebuah perusahaan yang fokus memproduksi bagian hardware komputer.)

     B.   Peranan-Peranan MS DOS pada:
1.  Monitor:
Monitor menampilkan komunikasi antara user dengan komputer menggunakan teks dan grafik. MS DOS mengartikan sinyal elektronik dari komponen-komponen komputer dan mengirimkannya ke monitor untuk ditampilkan.

2.  Hard Drive:
Hard drive berisi hard disk yang merupakan sebuah tempat penyimpanan dalam komputer untuk program-program dan data. Informasi yang disimpan pada hard disk adalah permanen dan tersedia setiap kali user menyalakan komputer, kecuali jika telah dihapus. MS DOS akan menyimpan, mengatur, dan mengambil informasi pada hard disk jika user memberikan suatu perintah untuk melakukan hal itu.

3.  Keyboard:
Keyboard merupakan sarana utama yang user gunakan untuk memberikan perintah pada komputer. Jika user menekan sebuah tombol pada keyboard, suatu sinyal elektronik akan dikirimkan ke sistem. MS DOS menginterpretasikan sinyal tersebut dan mengirimkannya ke komponen komputer tertentu.

4.  Mouse:
Mouse adalah alat/ perangkat lain yang digunakan untuk memberikan perintah pada komputer. Jika user menggerakkan atau mengklik mouse, maka suatu sinyal elektronik dikirimkan ke unit sistem. MS DOS menginterpretasikan sinyal ini dan mengirimkannya ke komponen komputer yang berhubungan.

5.  Floppy disk / floppy drive:
Floppy disk / floppy drive merupakan tempat untuk media penyimpanan yang dapat dipindahkan. Dengan floppy disk user bisa memindahkan informasi ke komputer lain dan membuat salinan dari hard disk user untuk keamanan. MS DOS menyimpan, mengatur, dan mengambil informasi pada floppy disk sesuai dengan perintah yang user berikan.

6.  Printer:
Printer adalah perangkat yang menghasilkan sebuah salinan informasi dari komputer. MS DOS mengirimkan informasi dari komputer ke printer untuk kemudian dicetak.

C.   Struktur Direktori dan File
Pada dasarnya MS DOS menggunakan suatu sistem yang mirip dengan file kabinet dalam mengelola informasi pada komputer. Berikut  struktur direktori dan file:

MS DOS menggunakan root direktori, subdirektori dan file-file untuk mengatur informasi yang user simpan pada hard disk dan floppy disk pada komputer. Pengelolaan disk dan file merupakan salah satu fungsi terpenting dari MS DOS. Sebagian besar perintah-perintah MS DOS melakukan operasinya pada hard disk, floppy disk, atau file-file user. Penjelasan gambar:
1.  Directory (Direktori)
MS DOS menyimpan file-file pada disk dengan mengatur direktori, atau daftar dari file-file. Direktori ini menyimpan nama dari setiap file, tanggal dan waktu file tersebut dibuat atau diubah, ukuran file, dan lokasinya pada disk. Setiap disk memiliki suatu root directory yang merupakan direktori utama dari disk, yang juga berisi direktori-direktori lainnya yang disebut subdirectory.

2.  Root Directory (Direktori Akar / Utama)
Ibarat hard disk adalah kabinet maka root directory nya adalah laci kabinet. Setiap floppy disk dan hard disk memiliki root directory. Ini merupakan disk utama atau direktori atas, yang berisi seluruh direktori dan subdirektori. MS DOS mengidentifikasi root directory dengan satu backslash ( \ ) seperti C:\ , D:\, dan F:\ adalah sebuah root directory.

3.  Subdirectory (Subdirektori)
Subdirectory adalah direktori pada disk yang terdapat pada direktori lainnya (yang disebut parent directory dari subdirectory tersebut). Secara umum, semua subdirectory berada di dalam root directory.

4.  File
Seperti kertas dokumen yang berisi bermacam-macam informasi, file komputer juga dapat berisi informasi yang berbeda-beda. Informasi yang disimpan pada disk, seperti dokumen atau lembar kerja, disimpan dalam file. Setiap file mempunyai nama dan disimpan dalam suatu direktori. Karena file adalah satuan dasar dari penyimpanan disk, maka MS DOS menyediakan banyak perintah untuk pengelolaan file.

5.  Path
Path untuk menyatakan suatu file tertentu pada disk, yang dapat ditunjukkan lokasinya dalam directory tree.

6.  Spesifikasi File


D:\DasarKomputer\Materi\Pertemuan1.doc
D:\DasarKomputer\Materi\Pertemuan2.doc

Dimana:
-         D:\ adalah root direktori
-         D:\DasarKomputer\Materi adalah nama pathnya
-         Dasar Komputer\Materi adalah sub direktori
-         Pertemuan1.doc dan Pertemuan2.doc adalah nama filenya


 7. Struktur Direktori




Struktur direktori MS DOS biasanya disebut dengan pohon (tree), karena setiap disk mempunyai satu direktori utama dengan cabang-cabang direktori. Tetapi tidak seperti suatu pohon, akar dari directory tree MS DOS berada di puncak.



D. Memulai MS DOS
Cara untuk memulai DOS berbeda-beda untuk masing-masing sistem operasi Windows.
1.     Untuk Windows 98 :
Klik start menu => MS-DOS Prompt
2.     Untuk Windows 2000/XP :
Klik start menu => All Programs => Accessories => Command Prompt
3.     Atau untuk setiap Windows :
         Klik start menu => Run => ketikkan cmd atau command

E. Perintah Internal dan Eksternal pada MS DOS
1.  Internal Command/ Perintah Internal
Perintah Internal adalah perintah yang tidak lagi membutuhkan file khusus, karena semua instruksi internal sudah ditampung dalam file command. Dalam DOS semua perintah (command) berupa teks. Kita tidak akan berhadapan dengan grafis lagi. Untuk memperbesar tampilan layar DOS selebar layar monitor kita silahkan tekan kombinasi tombol Alt + Enter bersamaan. Untuk mengembalikan lagi ke kondisi semula tekan kembali kombinasi tombol Alt + Enter bersamaan. Perintah berupa teks yang diketikkan di command prompt dan tekan tombol Enter untuk menjalankannya. Berikut beberapa perintah internal DOS:

a.   Exit: perintah ini digunakan untuk menutup prosessor perintah, atau keluar dari MS DOS.
Contoh penggunaan :


b. CLS: perintah ini digunakan untuk menghapus bersih layar dan kemudian menampilkan prompt perintah.
Contoh penggunaan :









c. CMD: perintah ini digunakan untuk membuka tampilan sistem MS DOS yang baru.
Contoh penggunaan :


d.   Help: perintah ini digunakan untuk menampilkan bantuan dari MS DOS. Bantuan disini berupa semua dokumentasi berbasiskan komputer yang menggantikan buku manual.
Contoh penggunaan :



e.   .… /?: tambahkan tanda /? di akhir setiap perintah yang diketikkan sebelum tekan tombol Enter jika kita memerlukan bantuan dari MS DOS mengenai penggunaan perintah tersebut. Akan ditampilkan penjelasan singkat dan semua parameter yang memungkinkan untuk perintah tersebut.
Contoh penggunaan :      find /? atau help find
exit /? atau help exit
help /? atau help help dst...

f.  More: perintah ini digunakan untuk menghentikan tampilan setiap satu layar penuh dan menunggu user untuk menekan sembarang tombol.
Contoh penggunaan :    help | more
                                          format /? | more
                                          find /? | more
                                          more < tes.txt

g. Date: perintah ini digunakan untuk menampilkan dan mengatur tanggal sistem komputer.
Contoh penggunaan :


h. Time: perintah ini digunakan untuk menampilkan dan mengatur waktu sistem komputer.
Contoh penggunaan : 


i.  Attrib: perintah ini digunakan untuk menampilkan atau mengubah atribut file.  MS DOS mengelola empat macam atribut untuk setiap file, yaitu:
- Archive (A) : menandai apakah suatu file telah di backup sejak terakhir kali diubah.
- System (S) : menyatakan file sebagai file sistem operasi, dan biasanya dikombinasikan dengan atribut hidden.
-  Hidden (H) : digunakan untuk menyembunyikan file sehingga tidak akan terlihat dalam daftar direktori dan tidak akan terpengaruh oleh perintah delete dan copy.
- Read Only (R) : digunakan untuk melindungi file-file dari perubahan baik itu dihapus ataupun diubah.
Contoh penggunaan :    attrib [nama file] attrib tes.doc
                                          attrib coba.txt
                                          attrib [atribut file] attrib +A
                                          attrib +S
                                          attrib +R tes.doc
                                          attrib –A coba.txt
Untuk setiap atribut yang ingin ditambahkan awali dengan tanda (+) dan yang ingin dihapus awali dengan tanda (-).


j.  Assoc: perintah ini digunakan untuk melihat daftar asosiasi file.
Contoh penggunaan :    assoc | more
                                          assoc .txt
                                          assoc /?

k. Doskey: perintah ini digunakan untuk membuat DOS mampu menampilkan semua perintah-perintah sebelumnya yang telah kita ketik dengan cara menekan tombol panah atas atau bawah, untuk melihat daftar history semua perintah yang pernah diketikkan maka tekanlah F7.
    Contoh penggunaan :


l. Color: perintah ini digunakan untuk mengubah warna tulisan dalam command prompt DOS.
Contoh penggunaan :    color default
                                          color 1
                                          color 2
















m. Vol: perintah ini digunakan untuk menampilkan volume label disk. Vol tidak bisa digunakan untuk mengubah volume label, hanya menampilkannya saja.
    Contoh penggunaan :


n.   Label: perintah ini digunakan untuk menampilkan dan mengubah volume label disk.
Contoh penggunaan :



o. Ver: perintah ini digunakan untuk menampilkan versi dari MS DOS yang digunakan.

 Contoh penggunaan : 



p.  Dir: perintah ini digunakan untuk menampilkan daftar file-file dan sub direktori dalam direktori.
Contoh penggunaan :


q.  (D:): ” tanpa tanda kurung “ perintah ini digunakan untuk mengubah root directory yang aktif  ke drive D:\

Contoh penggunaan : 



r.   CD.. : perintah ini digunakan untuk mengubah direktori yang aktif dengan naik satu parent directory.

Contoh penggunaan :

s. CD [nama direktori]: perintah ini digunakan untuk menampilkan atau mengatur direktori yang aktif dengan masuk ke direktori yang diinginkan.
Contoh penggunaan : cd bahan SK

masuk ke folder “bahan SK”


t. MD: perintah ini digunakan untuk membuat direktori baru, subdirectory dari directory yang aktif.
Contoh penggunaan :   md baru

buat folder baru dengan nama “baru”


u.   RD: perintah ini digunakan untuk menghapus suatu direktori.
Contoh penggunaan :    rd contoh

                                          hapus folder dengan nama “contoh”


v.   Edit: perintah ini digunakan untuk membuat dan mengubah file-file teks. Setelah pengetikan perintah, maka akan tampil editor MS DOS.
Contoh penggunaan :


w. Type: perintah ini digunakan untuk menampilkan isi dari file teks pada layar MS DOS.
Contoh penggunaan :


x.   EDIT [nama file]: perintah ini digunakan untuk mengubah / edit file teks sesuai dengan yang diinginkan melalui editor MS DOS.

y. Contoh penggunaan  :


z.   REN: perintah ini digunakan untuk mengubah nama file/direktori, ketikkan perintah diikuti dengan nama file dan nama yang baru.
Contoh penggunaan :


8.  ren [nama file lama] [nama baru]


9. ren [direktori lama] [direktori baru]



aa.  Copy: perintah ini digunakan mengkopi/ menyalin sebuah atau beberapa file ke suatu direktori tertentu dengan nama sama atau berbeda sesuai dengan yang kita inginkan.
Contoh penggunaan :

10.  copy [file asal] [file tujuan]

NB: Jangan lupa lihat ektensi file yang akan disalin. Jika filenya berbentuk teks jangan lupa tambahkan  *.txt dan jika filenya tidak berekstensi, cukup masukakan nama filenya.



11.  Nama file langsung diubah saat dilakukan perintah copy.


12.  Menyalin semua file dalam satu folder ke disk drive lain.

(copy semua file dalam folder “contoh” ke disk drive C)


ab. XCOPY : perintah ini sama dengan perintah copy, tetapi memberikan lebih banyak pilihan.
Berikut beberapa pilihan yang dapat dipilih:
13.  Menyalin seluruh direktori, sub direktori, dan file-file yang ada di dalamnya.
14.  Menyalin file yang hanya dibuat atau diubah setelah tanggal tertentu.
15.  Menyuruh memberitakukan terlebih dahulu sebelum dilakukannya penyalinan.
16.  Contoh penggunaan :      xcopy *.* C: /s
                                     xcopy *.* C: /s /e
                                     xcopy *.doc C: /d:07-27-2010
                                     xcopy *.doc C: /p

NB: Untuk menampilkan perintah xcopy yang lebih banyak buka di perintah help dengan cara mengetik “xcopy/?” (tanpa tanda kutip)  pada tampilan command prompt.


ac. Move: perintah ini digunakan untuk memindahkan satu atau lebih file dari suatu direktori ke direktori lainnya, pada disk yang sama ataupun disk yang berbeda.
    Contoh penggunaan :

17.  Untuk file yang ada di drive atau root direktori yang sama


18.  Untuk file yang ada di drive atau root direktori yang berbeda

Share on Google Plus

About Unknown

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Popular Posts